Digital Marketing

Apa Perbedaan Content Marketing dan Social Media Marketing?

social-media-423857_960_720

REPUBLIKDIGITAL.com – Apa perbedaan antara content marketing dan social media marketing?

Meski ada tumpang tindih diantara keduanya namun content marketing dan social media marketing adalah dua entitas yang berbeda. Misalnya berbeda dalam hal fokus, tujuan dan proses. Content marketing memang melibatkan media sosial. Di media sosial, tentu saja pemasar menggunakan konten untuk aktifitas pemasarannya.

Untuk memahami lebih lanjut, mari kita lihat faktor apa saja yang membuat keduanya berbeda:

1. Fokus

Dalam social media marketing, fokus kegiatan pemasaran terletak pada media sosial itu sendiri. Ketika pemasar berkampanye lewat media sosial, mereka beraktifitas di dalam Facebook, Twitter, Google+, dll. Ketika mereka menghasilkan konten, mereka menempatkan konten tersebut di dalam media sosial.

Sebaliknya, fokus content marketing adalah pada website sebuah brand itu sendiri. Apakah itu website brand seperti republikdigital.com atau microsite untuk produk tertentu. Jaringan media sosial memang penting untuk keberhasilan content marketing. Tetapi, Facebook, Twitter, dan Google+ hanya digunakan untuk menyebarkan link konten ke website/microsite brand. Media sosial bukan sebagai tempat untuk konten itu sendiri.

2. Jenis Konten

Di dalam social media marketing, konten dibangun sesuai dengan platform media sosial yang dipilih. Seperti: pesan singkat 140 karakter untuk Twitter; kontes, kuis, dan permainan untuk Facebook, dll. Di sini, brand memodelkan perilakunya setelah itu individu-individu menggunakannya di jaringan media sosial.

Di sisi lain, dalam content marketing, website brand memungkinkan adanya konten yang lebih variatif. Brand dapat mempublikasikan artikel, video, infografis dan ebook, untuk memperkenalkan sebuah produk/jasanya. Di sini, brand memodelkan perilakunya setelah itu media publikasi yang memanfaatkannya.

3. Tujuan

Social media marketing dan content marketing dapat digunakan untuk banyak tujuan. Social media marketing pada umumnya fokus pada dua tujuan utama. Pertama, digunakan untuk brand awareness – untuk menghasilkan kegiatan dan diskusi  seputar brand. Kedua, digunakan untuk mempertahankan pelanggan – brand menggunakan saluran media sosial sebagai forum terbuka untuk berdialog langsung dengan pelanggan terkait seputar masalah atau pertanyaan yang dimiliki pelanggan.

Sebaliknya, content marketing memungkinkan untuk lebih fokus pada upaya menaikkan permintaan. Konten yang berkualitas akan membawa calon konsumen ke website brand. Brand dapat membangun hubungan dengan calon konsumen dan memelihara hubungan tersebut yang pada akhirnya akan menjadikan mereka menjadi pelanggan.

Kesimpulan

Social media marketing adalah top of mind bagi kebanyakan pemasar. Sementara itu content marketing adalah (relatif) istilah baru dan praktek baru bagi banyak orang.

Dua strategi ini bukanlah dua pilihan yang terpisah tetapi jadi bagian yang saling terkait untuk evolusi pemasaran yang sedang berlangsung. Internet telah menunjukkan kemampuan revolusionernya bagi brand untuk dapat berkomunikasi secara langsung dengan pelanggan – tanpa perlu perantara industri media.

Social media marketing adalah langkah alami pertama dalam proses evolusi ini. Media sosial memungkinkan brand bisa akses ke pengguna secara langsung (pengguna menghabiskan banyak waktu di jaringan sosial). Dalam hal ini, konten umumnya diformat ke dalam potongan yang lebih pendek, yang membuat proses publikasi relatif mudah.

Saat brand sudah lebih akrab dengan peran barunya sebagai publisher maka perkembangan berikutnya akan bergerak menuju content marketing. Dalam content marketing, brand harus menghasilkan konten yang berkualitas tinggi dan membangun pelangganya sendiri di website mereka.  Lewat content marketing, brand dapat mengenal lebih dalam pelanggannya. Di sini, brand memiliki kesempatan lebih besar untuk mengonversi pelanggannya.

(@RDCnews)

Popular

Copyright © 2012-2017 REPUBLIKDIGITAL

To Top