Sudutpandang

Email dan Identitas Digital

email-ktp-digital

Republikdigital.com  – Fungsi email sudah bergeser. Dulu email hanya digunakan untuk berkirim surat. Sama seperti surat pos cuma tanpa perangko. Kini tidak lagi. Email sudah menjadi identitas atau ‘KTP’ digital kita.

Di era web 1.0, pengguna internet masih memungkinkan menjadi anonim atau tanpa identitas. Saat itu, internet tidak seinteraktif sekarang. Pengguna internet era web 1.0 pasif. Komunikasi terjadi satu arah. Dari internet ke pengguna.

Pengguna tidak bisa berinteraksi dengan internet. Perilaku pengguna saat itu hanya mengkonsumsi informasi. Media arus utamalah (koran/majalah) yang dipercaya untuk memproduksi informasi.

Karena pengguna masih anonim jika terjadi kejahatan internet di era itu, sulit untuk ditangkap. Bisa dilacak namun susah diungkap. Carding atau menggunakan nomor kartu kredit orang untuk belanja lewat internet adalah ‘kejahatan’ internet yang marak di era tersebut.

Teknologi kemudian berkembang. Era web 1.0 digantikan dengan web 2.0. Di era ini pengguna bisa berinteraksi dengan internet. Internet  menjadi semakin interaktif. Komunikasi tidak lagi satu arah tapi dua arah.

Zamanpun berubah. Perilaku pengguna internetpun ikut berubah. Dulu pengguna internet hanya mengkonsumsi informasi. Sekarang mereka bisa memproduksi informasinya sendiri.

Blog, forum dan media sosial muncul di era ini. Dengan semaraknya blog, forum dan media sosial, mau tidak mau, peran media arus utama jadi mengecil.

Erick Qualman, penulis buku Socialnomics, menjelaskan kepada kita tentang kepercayaan konsumen sekarang ini. Menurut penelitiannya, 34 % blogger memublikasikan pendapat mereka tentang produk dan merek. Sembilan puluh persen (90 %) konsumen percaya dengan rekomendasi rekannya dan hanya 14% percaya pengiklan.

Sekarang, jika di dunia nyata identitas kita adalah Kartu Tanda Penduduk/KTP maka identitas kita di dunia maya adalah surat elektronik alias email. Kita tidak lagi anonim di dunia maya.

Hampir semua aktifitas kita di internet membutuhkan email. Update status di media sosial seperti  Facebook, Google plus dan Twitter butuh email. Mengunggah video di Youtube butuh email. Membuat blog butuh email. Posting di Kaskus butuh email. Daftar sekolah, melamar pekerjaan hingga belanja online juga butuh email.

Tanpa email, fasilitas web yang ada sekarang tidak bisa kita manfaatkan secara maksimal. Kita akan balik ke era web 1.0 lagi. Menjadi anonim kembali.

Jadi, sudahkah anda punya email? Berapa?

(@RDCnews)

Popular

Copyright © 2012-2017 REPUBLIKDIGITAL

To Top