NET

Geografi Twitter

geografi-twitter

Republikdigital.com – Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Mark Graham dari Oxford Internet Istitute, Indonesia adalah produsen kicauan (tweets) terbesar ketiga di dunia. Peringkat pertama ditempati oleh negara asal Twitter itu sendiri, Amerika Serikat.

Penelitian yang dipublikasikan pada 19 Juni 2012 tersebut diberi judul A Geography of Twitter. Penelitian ini mengambil sampel acak sebesar 20% atau sekitar 4,5 juta kicauan dari seluruh dunia. Data dikumpulkan dari kicauan yang dikirim sejak tanggal 5-13 Maret 2012.

Media sosial online telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari bagi banyak pengguna internet. Sekarang ada ratusan juta memanfaatkan layanan ini di seluruh dunia. Seiring dengan pertumbuhan penggunaannya, ada keinginan dari perusahaan, instansi pemerintah dan akademisi untuk mempelajari dan memetakan data yang ditinggalkan oleh orang yang menggunakan layanan seperti Twitter, Flickr dan Facebook. Bayangan data dan jalur informasi yang ditinggalkan oleh pengguna online mengungkapkan proses sosial, ekonomi, politik dan kebiasaan.

Enam negara terbesar dalam hal produksi informasi melalui Twitter adalah :

  1. Amerika Serikat
  2. Brasil
  3. Indonesia
  4. Inggris
  5. Meksiko
  6. Malaysia

Sangat menarik untuk dicatat adalah dari enam daftar di atas hanya ada dua negara dari Global Utara. Apakah ini pertanda kalau penduduk negara berkembang (Global Selatan) itu suka gosip, mengeluh, galau, cerewet dan berbagi?

Cina yang mempunyai jumlah penduduk terbanyak tidak tergambar dalam grafik. Wajar, di negara tirai bambu tersebut, Twitter dilarang oleh negara. Lalu bagaimana dengan India yang memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua. India ternyata juga tidak tergambar dalam grafik. Sepertinya orang India tidak suka berkicau lewat Twitter.

Grafik di atas juga menggambarkan sejumlah besar kesenjangan dalam geografi konten. Dalam banyak platform online lain dan sumber-sumber pengetahuan yang lebih offline, negara dari Global Utara (negara maju) adalah subyek utama dan produsen pengetahuan/konten. Ternyata di Twitter hal itu tidak terjadi.

Untuk lebih memahami lebih lanjut tentang geografi konten di Twitter, penelitian lebih dalam memang perlu dilakukan. Sampel dalam penelitian ini terbatas.

(@RDCnews)

Most Popular

Copyright © 2012-2017 REPUBLIKDIGITAL

To Top