Sudutpandang

Tidak Ada Lagi SMS Gratis Antaroperator

hp-sms

Republikdigital.com – Sejak Jumat, 1 Juni 2012, tidak ada lagi layanan pesan singkat atau SMS gratis antaroperator. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika menerapkan biaya interkoneksi SMS antaroperator. Besarnya Rp 23. Skema SMS berbasis biaya (cost base) ini dinilai lebih adil bagi operator dan menguntungkan pelanggan.

Selama ini, skema yang digunakan adalah Sender Keep All (SKA). Pihak pengirim menerima semua biaya SMS dari pelanggan. Ilustrasinya begini : Contoh tarif SMS antaroperator dari operator A adalah Rp 150. Pelanggan operator A mengirim SMS ke pelanggan operator B. Setiap SMS yang dikirim itu, operator A mendapat Rp 150 sedang operator B tidak mendapat apa-apa. Operator B berkewajiban  menyambungkan SMS yang dikirim oleh pelanggan operator A tersebut. Jika pelanggan operator B tidak membalas SMS yang dikirim pelanggan operator A itu, operator B tidak memperoleh pendapatan dari lalu lintas SMS yang terjadi.

Dulu, skema SKA digunakan dengan pertimbangan bahwa lalu lintas SMS antaroperator akan berimbang. Karena pelanggan A dan pelanggan B akan saling mengirimkan/berbalas SMS. Namun pada kenyataannya, ternyata hal ini tidak terjadi. Ada operator yang terganggu oleh lalu lintas SMS yang terlalu besar. Bayangkan saja jika dalam sehari ada 400-500 juta SMS yang lalu lalang.

Sekarang, dengan penerapan skema baru yaitu cost base (berbasis biaya), dalam contoh kasus di atas, operator B juga memperoleh pendapatan dari pengiriman SMS yang terjadi, besarnya adalah Rp 23. Dengan pemberlakuan biaya interkoneksi ini, diharapkan bisa menjaga kualitas jaringan operator tetap bagus.

Timbul pertanyaan, seandainya : operator A punya 100 juta pelanggan dan operator B punya 10 ribu pelanggan. Sehari, 10 persen pelanggan A mengirim satu SMS ke pelanggan B, berarti ada : 10 % x 100.000.000 x Rp 23 = Rp 230.000.000 (dua ratus tiga puluh juta rupaih), uang yang harus dibayar operator A ke operator B. Untuk satu hari satu SMS, jika satu hari 10 SMS tentu angkanya juga 10 kali lipatnya.

Meski menerima, apakah operator besar juga bisa sepenuh hati/ikhlas untuk ini. Kalau operator besar setengah hati, pengiriman SMS lintas operator ini bisa byar pet seperti dulu, tahun 2000 an awal. Artinya SMS yang kita kirim lintas operator, tidak dijamin sampai.

Kalau ini yang terjadi, pelanggan juga yang dirugikan. Kenikmatan SMS murahnya terganggu. Hal ini jelas jauh dari semangatnya, untuk menguntungkan pelanggan. Apakah bisnis telekomunikasi yang jenuh sudah sedemikian parahnyakah?

(@RDCnews)

Popular

Copyright © 2012-2017 REPUBLIKDIGITAL

To Top